| Add caption |
Tanggal 31 Desember 2011 dalah kunjungannku yang kedua,yang pertama Desember 2007. banyak perubahan yang terjadi, kali ini ditata lebih profesional. Saat ini pun pembangunan masih dilakukan, seprti penyelesaian tangga, Tulisan kawah putih yang besar terbuat dari batu putih menyerupai marmer atau memang marmer y? semakin indah.
Puncak gunung Patuha ini memiliki air yang putih kehijauan, bau belerangnya lumayan menyengat. Ketika anakku Danan mencelupkan jarinya ke air kawah, ia bilang dingin. Ada papan peringatan untuk tidak berada lebih dari 20 menit di seputar kawah karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Benar juga, beberapa orang terbatuk-batuk ketika keluar, mungkin akibat terlalu lama.
Untuk rasa dingin, keindahan dan profesional yang mulai ditawarkan, setiap pengunjung membayar Rp. 16.000. Murah? Eitss, jangan senang dulu, karena mobil yang masuk dikenai biaya Rp.150.000 permobil. Lumayan bikin nyengir dehhh. Jangan lupa bawa bekal dari rumah karena rasanya amat nikmat makan di tengan serbuan udara dingin. Ada beberapa penjual makanan yang terletak di luar area seperti baso, mie, dan minuman.
Dari 2 x kunjunganku ke sana, banyak yang berbeda. Namun satu yang tetap sama, aku tetap menggendong anak, Pada tahun 2007 aku gendong Dira, anak keduaku yang saat itu berumur 1tahun, kali ini aku menggendong Deff, anak ke-3 yang berumur 5 bulan. Selamat Berkujung.....